Operational Amplifier
Penguat
operasional (Operational Amplifier) atau yang
biasa disebut dengan op-amp, merupakan penguat elektronika yang banyak digunakan untuk membuat rangkaian detektor, komparator, penguat
audio, video, pembangkit sinyal, multivibrator, filter, ADC, DAC, rangkaian
penggerak dan berbagai macam rangkaian analog lainnya.
Op-amp
pada umumnya tersedia dalam bentuk rangkaian terpadu yang memiliki
karakteristik mendekati karakteristik penguat operasional ideal tanpa perlu
memperhatikan apa yang terdapat di dalamnya.
Ada tiga karakteristik utama op-amp ideal, yaitu;
1.
Gain sangat besar (AOL >>).
Penguatan open loop adalah
sangat besar karena feedback-nya
tidak ada atau RF = tak terhingga.
2.
Impedansi input
sangat besar (Zi >>).
Impedansi
input adalah sangat besar sehingga arus input ke rangkaian dalam op-amp sangat
kecil sehingga tegangan input sepenuhnya dapat dikuatkan.
3.
Impedansi output sangat kecil (Zo <<).
|
Impedansi
output adalah sangat kecil sehingga tegangan output stabil karena tahanan
beban lebih besar yang diparalelkan
dengan Zo <<.
Adapun simbol op-amp adalah seperti pada
gambar 64.
Gambar 64 Simbol op-amp
dimana,
V1
adalah tegangan masukan dari kaki non inverting
V2
adalah tegangan masukan dari kaki inverting
Vo
adalah tegangan keluaran
sehingga
|
||
|
|
(1)
|
|
Adapun tegangan output maksimum yang dapat
dihasilkan adalah:
Tegangan output maksimum
secara praktis dihasilkan sekitar 2 Volt dibawah tegangan sumber dan disebut juga sebesar tegangan
saturasi .
Gambar 65 memperlihatkan kurva karakteristik hubungan Vi
terhadap Vo untuk rangkaian
op-amp dengan tegangan input dihubungkan ke kaki input non inverting (+) dan
tegangan 0 Volt (di ground) ke kaki input inverting (-). Sesuai dengan nama
input op-amp yaitu apabila input dimasukkan ke kaki non inverting (+) yang
artinya tidak membalik maka tegangan output yang dihasilkan adalah sefasa
dengan tegangan input. Seperti terlihat pada gambar 1 yaitu saat input Vi
bertegangan positif maka output yang dihasilkan juga bertegangan positif dan
sebaliknya.
Gambar 65 Rangkaian op-amp dengan kurva karakteristik I-O
Detektor
Rangkaian
detektor ada 2 macam yaitu:
1.
Detektor inverting
a. Dengan Vref
= 0 Volt
Rangkaian detektor inverting dengan tegangan input Vi
berupa gelombang segitiga dan tegangan referensi Vref = 0 Volt
adalah seperti gambar 66.
Gambar 66 Rangkaian detektor inverting
Dengan menggunakan persamaan (1) maka Vi
= V2 dan Vref = V1 sehingga bentuk gelombang
tegangan output Vo (
) yang dihasilkan adalah seperti gambar 67.
Gambar 67 Bentuk gelombang
input dan gelombang output
Adapun kurva karakteristik Input-Ouput (I-O)
adalah seperti gambar 68. Dengan Vi > 0 (artinya Vi
> 65 µ Volt untuk rangkaian detektor dengan ±Vs = ±15 Volt) maka
Vo = -Vsat dan sebaliknya bila Vi < 0
(artinya Vi < -65 µ Volt untuk rangkaian detektor dengan ±Vs
= ±15 Volt) maka Vo = +Vsat.
Gambar 68 kurva karakteristik
I-O
2.
Detektor non
inverting
a. Dengan Vref
= 0 Volt
Rangkaian detektor non inverting
dengan tegangan input Vi berupa gelombang segitiga dan tegangan
referensi Vref = 0 Volt adalah seperti gambar 75.
Gambar 75 Rangkaian detektor non inverting
Dengan menggunakan persamaan (1) maka Vi
= V1 dan Vref = V2
4.2.
Komparator
Ketika
rangkaian detektor dengan input Vi ditumpangi oleh noise Vn
yang berfrekuensi tinggi seperti gambar 84 maka frekuensi output menjadi tidak
sama dengan frekuensi input seperti terlihat pada gambar 85.
Gambar 84 Rangkaian yang
ditumpangi noise
Untuk menghindari pengaruh tegangan noise Vn
yang membuat frekuensi output tidak sama dengan frekuensi inputnya maka
digunakan rangkaian komparator dengan feedback
positif seperti gambar 86 dan menjadikan frekuensi output sama dengan frekuensi
input walaupun ada terjadi pergeseran fasa seperti terlihat pada gambar 87.
Gambar 86 Rangkaian komparator
Rangkaian
komparator ada 2 macam yaitu:
1.
Komparator inverting
a. Dengan Vref
= 0 Volt
Rangkaian komparator inverting dengan tegangan input Vi
berupa gelombang segitiga dan tegangan referensi Vref = 0 Volt adalah seperti gambar 88.
Gambar 88 Rangkaian komparator
inverting
Untuk
menghitung berapa tegangan ambang VUT(Upper Threshold Voltage)
atau VLT(Lower
Threshold Voltage) maka lakukan
pemisalan kondisi tegangan output VO sama dengan +Vsat
atau –Vsat.
2.
Komparator non inverting
a. Dengan Vref
= 0 Volt
Rangkaian komparator non inverting
dengan tegangan input Vi berupa gelombang segitiga dan tegangan
referensi Vref = 0 Volt adalah seperti gambar 100.
Gambar 100 Rangkaian
komparator non inverting
Untuk
menghitung berapa tegangan ambang VUT atau VLT maka
lakukan pemisalan kondisi tegangan output VO sama dengan +Vsat
atau –Vsat.
Amplifier
Gambar 112 memperlihatkan
rangkaian op-amp dengan kurva
karakteristik Input-Output yaitu hubungan Vi terhadap VO. Dari
kurva Karakteristik I-O tersebut amplifier bekerja pada karakteristik yang
membentuk hubungan linear artinya semakin besar Vi maka semakin
besar juga VO dan sebaliknya. Operasi amplifier menghindari output
dalam kondisi saturasi karena akan membuat cacat keluaran outputnya.
Gambar 112 Rangkaian dan kurva karakteristik I-O
Ciri-ciri rangkaian amplifier adalah adanya feedback (umpan balik) negatif dari output ke input inverting (-) op-amp.
Pembangkit Sinyal
Ramp
Generator
Rangkaian Ramp
generator berdasarkan respon outputnya ada dua macam yaitu ramp-up dan
ramp-down seperti pada gambar 136.
|
|
|
|
|
|
Gambar 36 Rangkaian Ramp generator (a) ramp-up dan (b)
ramp-down
Untuk membuat respon seperti gambar 136 maka
rangkaian memakai kapasitor dengan menerapkan prinsip kerja kapasitor seperti
pada gambar 137.
|
|
|
Gambar 137 Prinsip kerja
kapasitor
dimana,
|
|
|
dengan Q = muatan dalam kapasitor
Rangkaian Ramp
generator adalah seperti pada gambar 138.
Gambar 138 Rangkaian Ramp generator
Op-amp ideal Ed = 0 maka VA =
0 sehingga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar