DIODA
Dioda
Tahun 1883, secara tidak
sengaja Edison telah membuat dioda pertama melalui pengujian bola lampunya.
Bila salah satu elektroda diberi tegangan positif terhadap kawat (filamen) maka
ada arus mengalir antara dua kawat dan bila diberi tegangan negatif maka tidak
ada arus mengalir. Kata “dioda” adalah di
= dua dan ode = elektroda
Jadi dioda adalah piranti dua terminal yang
terbuat dari bahan semikonduktor dengan arah arus tertentu.
Dioda-dioda semula berupa
piranti-piranti tagung hampa dengan filamen panas (disebut katoda) yang
memancarkan elektron-elektron bebas dan suatu pelat positif (disebut anoda)
yang mengumpulkan elektron-elektron tersebut.
Dioda modern memakai
piranti semikonduktor dengan bahan tipe
n yang menyediakan elektron-elektron bebas dan bahan tipe p yang
mengumpulkannya.
Bahan tipe n adalah
terbentuknya elektron bebas tidak disertai terbentuknya hole tetapi terbentuk
ion positif yang tidak dapat bergerak seperti gambar 15. Dimana, tanda - adalah
elektron-elektron bebas sebagai pembawa-pembawa mayoritas (majority carriers), tanda
– adalah hole-hole sebagai pembawa-pembawa minoritas (minority carriers) dan tanda plus dilingkari adalah ion-ion donor
atau ion-ion positif. Dan sebaliknya bahan tipe p adalah terbentuknya hole
disertai terbentuknya ion negatif yang tidak dapat bergerak seperti gambar 16.
Dimana, tanda + adalah hole-hole
(pembawa-pembawa mayoritas) dan tanda minus dilingkari adalah ion-ion akseptor
atau ion-ion negatif.
Gambar 15 Semikonduktor Tipe n
Gambar 16 Semikonduktor Tipe p
A. Lapisan Pengosongan (depletion
layer)
Batas antara bahan tipe p dan bahan tipe n
disebut persambungan (junction) seperti gambar 17.
Gambar 17 Gambar Persambungan PN
Secara difusi bila suatu
elektron memasuki daerah p maka elektron ini sebagai pembawa minoritas. Dengan
dikelilingi oleh lubang-lubang yang berjumlah banyak, pembawa minoritas akan
masuk ke salah satu lubang, lubang bersangkutan akan lenyap dan elektron bebas
menjadi elektron valensi. Daerah yang mengandung ion-ion positif dan negatif
disebut lapisan pengosongan (depletion
layer) karena pada daerah ini mengalami pengosongan dari pembawa-pembawa
muatan elektron maupun hole. Hubungan
pn ini yang disebut dioda dengan kaki yang bertanda positif (A) disebut anoda dan kaki yang bertanda
negatif (K) disebut katoda. Adapun
simbol dioda adalah seperti pada gambar 18.
Gambar 18 Simbol dioda
B. Forward bias
Hubungan forward bias (bias
maju) adalah bila kaki Anoda (bahan tipe p) dihubungkan ke sumber tegangan
positif dan kaki Katoda (bahan tipe n) dihubungkan ke sumber tegangan negatif.
Elektron-elektron bebas di bahan n bergerak menuju ke persambungan yang
meninggalkan ion-ion positif di sebelah kanan kristal. Ion-ion positif ini
kemudian akan menarik elektron-elektron bebas dari baterai (sumber tegangan)
lewat kawat rangkaian. Jadi, arah aliran elektron adalah dari bahan tipe n ( K)
ke bahan tipe p (A) dan sebaliknya arah arus dari bahan tipe p (A) ke bahan
tipe n (K) seperti gambar 19.
Gambar 19 forward bias diode
C. Reverse
Bias
Reverse Bias adalah pemberian sumber tegangan yang terbalik
dimana kaki Anoda (bahan tipe p) dihubungkan ke sumber tegangan negatif dan
kaki Katoda (bahan tipe n) dihubungkan ke sumber tegangan positf.
Pembawa-pembawa mayoritas tidak dapat menyeberangi persambungan dan elektron-elektron bebas tidak mempunyai
energi yang cukup besar untuk menyeberangi persambungan sehingga tidak ada
aliran arus dari katoda ke Anoda seperti gambar 20.
Gambar 20 Reverse bias diode
Dioda disebut aktif atau ‘on’
apabila mendapat arus maju IF (forward
bias) dari hubungan baterai seperti gambar 19 dan dioda disebut tidak aktif
atau ‘off’ apabila mendapat arus mundur IR (reverse bias ) dari hubungan baterai seperti gambar 20. Adapun
karakteristik Dioda adalah seperti pada gambar 21.
Gambar 21 Karakteristik Dioda
Dioda aktif apabila VD >= VF
Rumus umum untuk arus dioda ID adalah:
dimana,
IS = arus reverse saturasi
k = 11.600/ɳ dengan ɳ=1
untuk Ge dan ɳ=2 untuk Si
Tk = TC
+ 2730
Dioda Zener
Prinsip kerja Dioda Zener adalah sama
dengan kondisi arus reverse dioda dimana pada saat VD <= VBD dimana VBD disebut
juga dengan VZ maka dioda zener akan aktif dan teganan tetap sebesar
tegangan zener VZ walaupun VD diberikan < VZ
seperti gambar 30.
Gambar 30 Karakteristik Dioda Zener





















